~SELAMAT DATANG~

"MAJU BERSAMA PETERNAK"

Minggu, 11 April 2010

RENCANA KERJA PENYULUH
(RKP)








HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II











PEMERINTAH KOTA PADANG
DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN
DAN KEHUTANAN
Padang, 2010
RENCANA KERJA PENYULUHAN
DI KELURAHAN BINUANG KAMPUNG DALAM
KECAMATAN PAUH
KOTA PADANG







HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II










PEMERINTAH KOTA PADANG
DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN
DAN KEHUTANAN
Padang, 2010
RENCANA KERJA PENYULUHAN
DI KELURAHAN BINUANG KAMPUNG DALAM
KECAMATAN PAUH
KOTA PADANG



Oleh:






HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II
Padang, 04 Januari 2010





Mengetahui/ menyetujui:

















KATA PENGANTAR

Rencana Kerja Penyuluh (RKP) Pertanian merupakan acuan kegiatan penyuluhan pembangunan pertanian disegala sektor. Dimana penyuluhan itu diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan teknologi yang bermanfaat dalam mewujudkan pertanian yang tangguh di WKPP Binuang Kampung Dalam. Selain itu RKP ini disusun sebagai rel bagi penyuluh pertanian di-WKPP ini untuk melaksanakan tugasnya dilapangan.
Penulisan RKP Pertanian ini didasarkan kepada Impact Point dan disusun secara jelas serta terarah sehingga penyuluh dapat melaksanakan tugas dan terlaksana secara berdaya guna,berhasil guna, tertib, lancar serta berkelanjutan. Namun demikian keberhasilan penyuluhan pertanian harus tetap didukung oleh partisipasi aktif dari masyarakat tani serta bimbingan dari semua dinas terkait.
Sangat disadari bahwa RKP Pertanian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari manapun sangat diharapkan.


Penulis



















DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Sasaran
II. KEADAAN WILAYAH KERJA
2.1 Keadaan Saat Ini
2.2 Keadaan Yang Diinginkan
2.3 Masalah Yang Dihadapi
III. RANCANGAN PENYULUHAN
3.1 Identifikasi Masalah Utama
3.2 Upaya Pemecahan Masalah
3.3 Rencana Penguatan Kelembagaan Petani
3.4 Rencana Pelaksanaan Programa Penyuluhan di Lokasi
IV. AGENDA KEGIATAN PENYULUHAN
V. PENUTUP













I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menopang perekonomian masyarakat secara umum, khususnya di kelurahan Binuang Kampung Dalam. Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat berusaha pada bidang pertanian. Selain itu sektor pertanian telah teruji mampu bertahan dalam kondisi krisis sekalipun.
Di-Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Binuang Kampung Dalam, hari ini seluruh sektor pertanian, terutama sektor tanaman pangan, sektor hortikultura dan sektor peternakan, mendapat tantangan dan permasalahan yang semakin kompleks yang diiringi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Pesatnya pembangunan disektor non pertanian menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan-lahan yang produktif yang mengakibatkan berkurangnya produksi pangan. Mahalnya harga pupuk buatan membuat biaya produksi melonjak sementara kesuburan lahan semakin lama semakin berkurang. Kurangnya minat dan pengetahuan petani untuk menggunakan bahan-bahan alternatif sebagai pupuk serta rendahnya minat petani mengaplikasikan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Demikian juga dalam bidang peternakan dihadapkan pada berbagai permasalahan terutama tingginya harga pakan, kurangnya lahan untuk Hijuan Pakan Ternak (HMT) dan rendahnya pengetahuan petani dalam pengendalian penyakit pada ternak. Permasalahan yang tidak kalah pentingnya adalah rendahnya minat petani dalam berorganisasi, perubahan lingkungan yang strategis serta pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.
Untuk memperbaiki kondisi itu diperlukan tindakan-tindakan yang tepat oleh masyarakat terutama petani diwilayah ini. Untuk dapat bertindak tepat petani membutuhkan bimbingan dan penyuluhan dari penyuluh pertanian diwilayah tersebut. Penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator dan dinamisator agar terlaksananya penyuluhan yang berbasis pada kebutuhan petani dan kelompok tani. Untuk menjawab permasalahan dan tantangan itulah perlunya disusun Rencana Kerja Penyuluh (RKP) Pertanian di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Binuang Kampung Dalam.

1.2 Tujuan.
Tujuan disusunnya RKP WKPP Binuang Kampung Dalam adalah:
1. Sebagai acuan dan petunjuk kerja bagi penyuluh untuk melaksanakan tugas dilapangan. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat terarah, terukur dan berkelanjutan.
2. Teridentifikasi dan terinventarisirnya seluruh permasalahan petani dilapangan.
3. Sebagai pedoman dalam perbaikan teknologi, peningkatan produksi pertanian dan penguatan kelompok tani dan gapoktan.
4. Teraplikasinya teknologi yang telah disuluhkan kepada petani.
5. Sebagai laporan terhadap kinerja penyuluh pertanian dilapangan.

1.3 Sasaran.
Sasaran yang ingin dicapai dari RKP WKPP Binuang Kampung Dalam adalah:
1. Terjadinya peningkatan produksi pertanian dan peternakan.
2. Terjadinya peningkatan partisipasi petani dan investasi swasta dalam bidang agribisnis.
3. Peningkatan sumber daya pertanian yang efisien dan berwawasan lingkungan.
4. Terjadinya peningkatan dalam penggunaan jerami padi sebagai pupuk alternatif.
5. Terjadinya peningkatan produksi padi sawah dengan menerapkan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS)
6. Penggalakan pemanfaatan pekarangan untuk tanaman yang bermanfaat.
7. Terjadinya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.



















II. KEADAAN WILAYAH KERJA
2.1 Keadaan Saat Ini
A. Keadaan Sumber Daya Manusia
1. Keadaan penduduk.
Jumlah penduduk di-WKPP Binuang Kampung Dalam Pada tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Jumlah penduduk di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
Laki-laki
(orang) Perempuan
(orang) Total
(Orang) Kepala Keluarga
(orang)
2073 2309 4382 1055
Sumber: Kantor Camat Pauh, 2009
2. Keadaan kelompok tani dan kelembagaannya.
Kelompok tani yang berfungsi sebagai suatu kesatuan masyarakat tani dalam berproduksi dan sebagai wadah belajar mengajar serta bekerja sama dalam berusaha tani, sebahagian kemapuannya relatif rendah. WKPP Binuang Kp. Dalam mempunyai 4 (empat) kelompok tani. Data-data tentang kelompok tani tercantum dalam tabel berikut.
Tabel 2. Klasifikasi kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Kelompok tani Belum dikukuhkan Pemula Lanjut Madya Utama
1. Binuang Saiyo √
2. Tenaga Baru √
3. Cinto Damai √
4. Saiyo Sakato √
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009

Tabel 3. Data kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama poktan Struktur kepengurusan Jumlah anggota Tahun berdiri
Ketua Sekretaris Bendahara
1. Binuang Saiyo Abu Nawas Djamalus Nazaruddin 41 1987
2. Tenaga Baru Buchari Yusuf Amirula Uli 36 1987
3. Cinto Damai Sunardi Nazaruddin Amirdas 46 1982
4. Saiyo Sakato Herman Abdul M. Henri 14 1998
Sumber: PPL Binuang Kp. Dalam, 2009
Di-WKPP Binuang kp. Dalam juga telah terbentuk Unit Pelayanan Jasa Alsintan pada tahun 2008 dengan pengurus sebagaimana terlihat dalam tabel berikut.
Tabel 4. Data Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) poktan Tenaga Baru tahun 2009
Nama UPJA Struktur kepengurusan Tahun berdiri
Manajer Bendahara Operator I/II
UPJA poktan Tenaga Baru Isar Malin Cahyo Ibrahim Tarmizi/ Amri 2008
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Selain itu di-WKPP Binuang Kp. Dalam telah terbentuk pula Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) pada tahun 2007 dengan nama Gapoktan Binuang Abadi. Data pengurus Gapoktan periode 2007-2010 adalah sebagai berikut.
Tabel 5. Data gabungan kelompok tani (Gapoktan) di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
Nama Gapoktan Struktur kepengurusan Tahun berdiri
Ketua/waket Sekretaris/wasek Bendahara
Binuang Abadi Buchari/Isar M. Nazaruddin/Djamalus Abu Nawas 2007
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
B. Keadaan Sumber Daya Alam
1. Keadaan iklim.
Iklim sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam berusaha tani. Untuk itu dalam berusaha tani petani harus selalu mempertimbangkan keadaan iklim. Keadaan curah hujan rata-rata di-WKPP Binuang Kp. Dalam dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 6. Data rata-rata curah hujan tahunan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2005-2009.
Tahun
2005 2006 2007 2008 2009
Rata-rata curah hujan 13,78
11,07
13,41
13,20
10,00

Sumber: Stasiun Klimatologi Gunung Nago, 2005-2009

2. Keadaan dan penggunaan lahan.
Luas WKPP Binuang Kp. Dalam adalah 297 Ha, dimana sebahagian besar dipergunakan untuk lahan pertanian, tetapi luas lahan untuk pertanian ini semakin lama semakin berkurang. Hal ini disebabkan terjadinya alih fungsi lahan dari lahanpertanian menjadi lahan non pertanian seperti perumahan dan pertokoan. Distribusi penggunaan lahan di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7. Data luas baku lahan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Lahan Luas baku (Ha)
1. Sawah 115
2. Pekarangan/ bangunan 112
3. Perikanan darat 1,5
4. Tegalan 11,5
5. Rawa
6. Kolam 0,5
7. Perkebunan rakyat 5,5
8. Lain-lain 51
Jumlah 297
Sumber: Kantor Lurah Binuang Kp. Dalam, 2009
Lahan pertanian terutama digunakan untuk sawah dan sebahagian kecil dipergunakan sebagai tegalan untuk menanam sayur-sayuran. Data luas tanam dan produktifitas lahan sawah di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut.
No. Nama Poktan Luas Tanam (Ha) Produksi (Ton) Produktifitas
MT I MT II
1. Tenaga Baru 23,50 143,35 143,82 6,11
2. Binuang Saiyo 24,00 146,64 146,88 6,12
3. Saiyo Sakato 27,50 167,75 168,30 6,11
4. Cinta Damai 40,00 244,00 244,80 6,11
Jumlah 115,00 701,74 703,80
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Selain dimanfaatkan sebagai tempat menanam berbagai macam tanaman, lahan juga digunakan sebagai tempat untuk mengembangkan peternakan. Jenis dan jumlah populasi ternak di-WKPP Binuang Kp. Dalam adalah sebagai berikut.
Tabel 9. Data Populasi ternak di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis ternak Populasi (ekor)
1. Kerbau 3
2. Sapi 389
3. Kuda 2
4. Kambing 190
5. Domba 8
6. Kelinci 7
7. Ayam Ras Pedaging 500
8. Ayam Ras Petelur 5000
9. Ayam Buras 3200
10. Itik 500
11. Puyuh 2000
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
C. Sarana dan Prasarana Pertanian.
Secara umum sarana dan prasarana pertanian di-WKPP Binuang Kp. Dalam sudah cukup memadai seperti transportasi, komunikasi, alat-alat pertanian dan kios saprodi. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 adalah sebagai berikut.
Jumlah alat masin pertanian (Alsintan).
Tabel 10. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis Alsintan Jumlah (unit)
1. Huller (RMC) 5
2. Hand Tractor 6
3. Thresser -
4. Motor Sprayer -
5. Hand Sprayer 20
6. Tongkang 11
7. Bajak Tradisional 4
8. Sikat 4
9. Lumbo 5
10. Sabit 90
11. Waring 5
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009


2.2 Keadaan Yang Diinginkan
Beberapa hal yang diinginkan pada akhir tahun 2010 nanti
Tabel 1. Klasifikasi kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Kelompok tani Belum dikukuhkan Pemula Lanjut Madya Utama
1. Binuang Saiyo √
2. Tenaga Baru √
3. Cinto Damai √
4. Saiyo Sakato √
Tabel 2. Data kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama poktan Struktur kepengurusan Jumlah anggota Tahun berdiri
Ketua Sekretaris Bendahara
1. Binuang Saiyo Abu Nawas Djamalus Nazaruddin 41 1987
2. Tenaga Baru Buchari Yusuf Amirula Uli 36 1987
3. Cinto Damai Sunardi Nazaruddin Amirdas 46 1982
4. Saiyo Sakato Herman Abdul M. Henri 14 1998
Tabel 3. Data luas tanam, panen dan produksi beberapa komoditi unggulan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama komoditi Luas tanam (Ha) Panen (Ha) Produksi (ton) Produktifitas (ton/Ha)
1 Padi 114,5 114,5 572,5 5
2 Bengkuang 2
3 Cabe 1
4 Mentimun 2,4
5 Kangkung 2,5
6 Terung 1
7 Jagung 1
8 Pare 1
9 Bayam 1
10 Kacang Panjang 0,5
11 Kelapa 2,4
12 Pisang 2
13 Tebu 0,5
Tabel 4. Data Populasi ternak di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis ternak Populasi (ekor)
1. Kerbau 3
2. Sapi 389
3. Kuda 2
4. Kambing 190
5. Domba 8
6. Kelinci 7
7. Ayam Ras Pedaging 500
8. Ayam Ras Petelur 5000
9. Ayam Buras 3200
10. Itik 500
11. Puyuh 2000
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Tabel 5. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis Alsintan Jumlah (unit)
1. Huller (RMC) 5
2. Hand Tractor 6
3. Thresser -
4. Motor Sprayer -
5. Hand Sprayer 20
6. Tongkang 11
7. Bajak Tradisional 4
8. Sikat 4
9. Lumbo 5
10. Sabit 90
11. Waring 5
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009


2.3 Masalah Yang Dihadapi
A. Masalah dalam bidang teknis
1. Petani masih belum mau dan mampu melakukan pengolahan tanah secara sempurna.
2. Petani masih enggan mengaplikasikan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS)
3.
jmmmmmmmmmmmmmmmm



























III. RANCANGAN PENYULUHAN

3.1 Identifikasi Masalah Utama
A Masalah Teknis:
1. Petani belum memanfaatkan Jerami Padi sebagai bahan pupuk alternatif untuk tanaman Padi.
2. Petani belum menerapkan teknik pemupukan padi yang efektif dan efisien.
3. Petani masih berat untuk menerapkan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS).
4. Petani belum menerapkan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.
5. Dalam pasca panen Padi petani masih menggunakan teknik konvensional sehingga terjadi losis yang tinggi.
6. Petani banyak yang tidak menggunakan pupuk alternatif spt pupuk kandang dan pupuk kompos untuk memupuk tanamannya.
7. Pengolahan tanah kebanyakan belum dilakukan secara sempurna.
8. Waktu menanam terutama tanaman Cabe kurang mempertimbangkan keadaan cuaca.
9. Bibit yang digunakan masih rendah kualitasnya terutama pada tanaman Mentimun.
10. Pemakaian pupuk alternatif masih kurang sesuai anjuran terutama pada tanaman Mentimun.
11. Petani belum memberikan pupuk pada tanaman perkebunan.
12. Petani belum melakukan perawatan dengan baik terhadap tanaman perkebunan.
13. Petani belum melakukan perawatan/pemangkasan terhadap tanaman Kakao.
14. Peternak belum melakukan sanitasi terhadap ternak dan lingkungannya secara baik.
15. Peternak belum melakukan pengendalian penyakit pada ternak secara baik.
16. Peternak belum melakukan IB dengan tepat waktu untuk ternak Sapi.
17. Pakan yang diberikan belum berkualitas baik disebabkan mahalnya harga pakan.
18. Lahan untuk Hijauan Pakan Ternak sangat terbatas.
19. Peternak masih menggunakan cara konvensional dalam pemeliharaan ternak terutama ternak ayam buras.
20. Peternak belum melakukan vaksinasi secara berkala.
B. Masalah Ekonomi dan Sosial
1. Masyarakat kurang memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertanam tanaman yang bermanfaat
2. Generasi muda kurang berminat dalam berusaha tani.
3. Usaha tani yang dilakukan belum berorientasi agribisnis.
4. Usaha tani yang dilakukan oleh petani umumnya merupakan usaha sampingan.
5. Terbatasnya ilmu yang dimiliki penyuluh.
6. Sebahagian kelompok tani belum melaksanakan pertemuan secara rutin.
7. Inisiatif dan kreatifitas kelompok belum maksimal.
8. Kekompakan petani masih sangat lemah.
9. Anggota kelompok masih belum konsisten dalam berkelompok.
10. Belum seluruhnya kelompok tani yang membuat rencana kelompok.
11. Belum ada lembaga keuangan yang ditangani oleh petani.
12. Terjadi kekurangan pupuk bersubsidi.
13. Masih kurangnya industri rumah tangga yang mengolah hasil pertanian.

3.2 Upaya Pemecahan Masalah
1. Melakukan demonstrasi plot (demplot).
2. Melakukan demonstrasi cara (demcara).
3. Melakukan penyuluhan secara berkala.
4. Melakukan kunjungan secara berkala.
5. Melakukan Sekolah Lapang (SL).
6. Melakukan study tour ke sentra-sentra agribisnis.

3.2 Rencana Penguatan Kelembagaan Petani.
1. Melengkapi kelengkapan administrasi kelompok tani (poktan).
2. Melengkapi kelengkapan administrasi gabungan kelompok tani (gapoktan).
3. Membuat jadwal pertemuan berkala.
4. Meningkatkan kepatuhan anggota kelompok tani terhadap peraturan yang telah disepakati.
5. Membuat kegiatan yang dikelola secara bergotong-royong oleh kelompok tani.

















V. PENUTUP

Dengan telah disusunnya RKP di-WKPP Binuang Kampung Dalam, kecamatan Pauh tahun 2010 ini maka diharapkan dapat menjadi pedoman dalam semua aspek kegiatan penyuluhan pertanian secara efektif dan efisien. Dengan adanya dukungan aspek pengkajian, aspek informasi, aspek komunikasi, aspek edukasi dan aspek pengaturan serta aspek pelayanan terhadap masyarakat pertanian umumnya dan khususnya untuk kelompok tani sebagai mitra dari penyuluh pertanian dalam peningkatan pembangunan pertanian diwilayah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar