BAB V. KINERJA PENYULUH PERTANIAN WKBPP MARAPALAM
TAHUN 2010
No. MASUKAN KELUARAN HASIL MANFAAT DAMPAK
1 2 3 4 5 6
A Tanaman Pangan dan Hortikultura
I. PADI SAWAH
Temuan di Lapangan Terlaksananya pemakaian pupuk terhadap tanaman padi sawah tepat pada waktunya Pemakaian pupuk sudah tepat waktu Tanaman padi sawah tumbuh sehat dan segar Produksi tanaman padi sawah meningkat
Temuan di Lapangan Terlaksananya pergiliran varietas tanaman padi sawah Petani sudah melaksanakan pergiliran varietas Pertanaman terhindar dari hama/penyakit Produksi padi sawah meningkat
Temuan di Lapangan Terlaksananya waktu pengeringan yang tepat Pengeringan sawah sudah tepat waktu Kebutuhan air tanaman terpenuhi dan hemat air Produksi padi sawah meningkat
Temuan di Lapangan Terlaksananya pengendalian hama penyakit Petani sudah melaksanakan pengendalian hama/penyakit Tanaman padi tumbuh sehat dan segar Produksi padi sawah meningkat
II. TANAMAN CABE
Temuan di Lapangan Terlaksananya penggunaan pestisida sesuai dengan anjuran Penggunaan pestisida sesuai dengan anjuran Tanaman cabe tampak tumbuh sehat dan segar Produksi meningkat
Temuan di Lapangan Petani memahami fungsi pupuk organik Petani memahami fungsi pupuk organik Petani memahami fungsi pupuk organik Petani memahami fungsi pupuk organic
Temuan di Lapangan Terlaksananya pergantian bibit tanaman cabe Petani menggunakan bibit cabe secara bergantian Tanaman terhindar dari hama penyakit Produksi meningkat
III. KACANG PANJANG
Temuan di Lapangan Terlaksananya pemakaian pupuk menurut dosis yang tepat Petani melakukan pemupukan dengan dosis yang tepat Tanaman terhindar dari hama dan penyakit Petani mengendalikan OPT sesuai anjuran
Temuan di Lapangan Terlaksananya pemasangan ajir tepat waktu Petani memasang ajir tanaman tepat pada waktunya Pertumbuhan tanaman tidak terganggu, tanaman tumbuh baik Produksi meningkat
1 2 3 4 5 6
Temuan di Lapangan Terlaksananya jarak tanam menurut anjuran Terlaksananya jarak tanam menurut anjuran Tanaman tumbuh kokoh dan baik perkembangannya serta pertumbuhan tanaman baik dan subur Produksi meningkat
IV. KANGKUNG
Temuan di Lapangan Terlaksananya cara panen yang tepat Petani melaksanakan panen dengan cara yang benar Tunas tanaman tumbuh baik Produksi banyak
Temuan di Lapangan Terlaksananya pengendalian OPT dengan benar Petani melakukan pengendalian OPT menurut anjuran Tanaman tumbuh sehat Produksi meningkat
Temuan di Lapangan Terlaksananya pemupukan sesuai dosis Petani memupuk sesuai dosis anjuran Pertumbuhan tanaman baik dan subur Produksi meningkat
B TANAMAN PERKEBUNAN
I. KELAPA
Hasil Temuan di Lapangan Terlaksananya pemupukan tanaman kelapa Adanya pemupukan tanaman kelapa Tanaman tumbuh subur dan sehat Produksi bertambah, pendapatan petani dan keluarganya bertambah
Hasil Wawancara dengan Petani Terlaksananya pengendalian hama/penyakit Terkendalinya hama/penyakit tanaman kelapa Tanaman kelapa terbebas dari hama/penyakit Produksi meningkat
Hasil Wawancara dengan Petani Bibit kelapa berasal dari tanaman induk yang baik Petani dapat menentukan bibit yang baik Pertumbuhan tanaman baik Tanaman dapat berproduksi dengan baik
Temuan di Lapangan Pemungutan hasil terlaksana sesuai anjuran Petani tahu cara pemungutan buah kelapa dengan benar Buah berkembang dengan baik Harga meningkat sehingga meningkatnya pendapatan petani kelapa
II. KAKAO
Temuan di Lapangan Pemangkasan dilakukan dengan benar Petani dapat melakukan pemangkasan tanaman sesuai anjuran Tanaman kakao tampak subur, sehat dan berbuah banyak Produksi kakao meningkat
Temuan di Lapangan Jenis bibit berasal dari bibit unggul Petani telah menanam bibit unggul Pertumbuhan tanaman baik dan berbuah banyak Produksi tinggi
1 2 3 4 5 6
Temuan di Lapangan Penanaman kakao sudah memakai tanaman pelindung Petani telah menanam tanaman pelindung untuk tanaman kakao Tanaman tumbuh subur Produksi meningkat
Hasil Wawancara dengan Petani OPT kakao terkendali dengan baik Petani melakukan pengendalian OPT sesuai anjuran Tanaman tumbuh sehat Produksi meningkat
III. CASSIAVERA (KULIT MANIS)
Temuan di Lapangan Terlaksanyanya pembuatan terassering pada lahan miring Petani membuat terassering pada lahan miring Tanaman tumbuh baik dan terhindar dari erosi Produksi baik
Hasil Wawancara dengan Petani Hama/penyakit tanaman cassiavera dapat dikendalikan Petani melakukan pengendalian hama/penyakit tanaman Tanaman tumbuh sehat dan subur Produksi meningkat
Temuan di Lapangan Terlaksananya pemupukan tanaman Petani melakukan pemupukan sesuai anjuran Tanaman tumbuh subur Produksi meningkat
Temuan di Lapangan Terlaksananya penyiangan tanaman Petani melakukan penyiangan tanaman Tanaman tumbuh subur dan sehat Produksi meningkat
IV. KARET
Hasil Wawancara dengan Petani Terlaksananya pengendalian hama/penyakit tanaman Petani telah melakukan pengendalian hama/penyakit tanaman Tanaman tumbuh subur dan sehat Produksi tinggi
Hasil Wawancara dengan Petani Jenis klon/mutu bibit yang ditanam berasal dari klon unggul Petani mengetahui klon unggul tanaman karet Pertumbuhan tanaman baik Produksi tinggi
Hasil Wawancara dengan Petani Terlaksananya pemupukan tanaman Petani melakukan pemupukan tanaman Tanaman tumbuh subur dan sehat Produksi karet tinggi
Temuan di Lapangan Pemungutan hasil sesuai dengan teknis anjuran Petani melaksanakan pemungutan hasil sesuai teknis anjuran Pertumbuhan tanaman baik Produksi tinggi
1 2 3 4 5 6
C PETERNAKAN
I. AYAM BURAS
Temuan di Lapangan Terlaksananya vaksinasi ayam buras Peternak telah memvaksin ayam buras Ternak ayam buras terbebas dari penyakit Ternak berkembang biak dengan baik dan sehat
Temuan di Lapangan Terlaksananya sanitasi kandang Peternak telah melakukan sanitasi kandang dengan baik Ternak ayam buras dan peternak terbebas dari penyakit Ternak berkembang biak dengan baik dan sehat
Hasil Wawancara dengan Peternak Adanya seleksi bibit ayam yang akan diternakkan Peternak melakukan seleksi bibit ternak ayam buras Pertumbuhan dan perkembangan ternak baik Pertumbuhan dan perkembangan ternak baik
Temuan di Lapangan Jumlah pakan sesuai dengan kebutuhan ternak Peternak memberikan jumlah pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak Pertumbuhan dan perkembangan ternak baik Pertumbuhan dan perkembangan ternak baik
II. ITIK
Temuan di Lapangan Kualitas dan jenis pakan sudah terjamin Peternak tahu kualitas pakan yang baik Ternak berkembang biak dengan baik dan sehat Produksi telur meningkat
Hasil Wawancara dengan Peternak Penyakit ternak sudah dikendalikan Peternak dapat mengendalikan penyakit ternak itik Ternak hidup sehat Ternak berkembang biak dan sehat
Hasil Wawancara dengan Peternak Sistem perkawinan terlaksana dengan baik Peternak tahu sistem perkawinan itik Ternak berkembang biak Produksi meningkat
III. AYAM POTONG
Temuan di Lapangan Sanitasi kandang dilakukan sesuai teknis Peternak melaksanakan sanitasi kandang dengan baik Ternak terbebas dari penyakit Pertumbuhan berat badan baik dan cepat
Hasil Wawancara dengan Peternak Pencataan usaha Peternak melakukan pencataan usaha ternaknya Manajemen usaha baik Peternak mendapatkan keuntungan yang jelas
Temuan di Lapangan Adanya pascapanen yang baik Sudah adanya pascapanen ayam potong Adanya nilai tambah produksi Kesejahteraan peternak meningkat
1 2 3 4 5 6
IV. KAMBING
Hasil Wawancara dengan Peternak Adanya pemberian mineral pada ternak kambing Peternak melaksanakan pemberian mineral pada ternak kambing Ternak hidup sehat dan pertumbuhannya baik Ternak berkembang biak dan petani sejahtera
Hasil Wawancara dengan Peternak Terlaksananya pemberian konsentrat pada ternak kambing Peternak melaksanakan pemberian konsentrat pada ternak kambing Ternak hidup sehat dan pertumbuhannya baik Ternak berkembang biak dan petani sejahtera
Temuan di Lapangan Kualitas hijuan baik Peternak memberikan hijauan yang berkualitas baik Pertumbuhan ternak baik dan sehat Ternak berkembang biak dan kesejahteraan petani meningkat
Temuan di Lapangan Adanya jenis bibit yang baik Peternak sudah memilih bibit yang baik untuk dipelihara Pertumbuhan dan perkembangan ternak baik Ternak berkembang biak dan kesejahteraan petani meningkat
V. SAPI
Temuan di Lapangan Terlaksananya pengendalian penyakit sapi Peternak memberikan hijauan yang berkualitas baik Pertumbuhan ternak baik dan sehat Ternak berkembang biak dan kesejahteraan petani meningkat
Hasil Wawancara dengan Peternak Adanya pemberian konsentrat pada ternak sapi Peternak sudah memilih bibit yang baik untuk dipelihara Ternak sapi hidup sehat Peternak mendapatkan hasil yang memuaskan
Hasil Wawancara dengan Peternak Terlaksananya vaksinasi ternak Peternak sudah mengetahui manfaat vaksinasi ternak dan telah memvaksin ternaknya Ternak tumbuh baik dan sehat Pertumbuhan ternak baik dan meningkatnya kesejahteraan peternak
D SOSIAL
Temuan di Lapangan Masing-masing anggota mengetahui rencana kegiatan musiman Setiap kegiatan ada jadwalnya Petani mengetahui pekerjaan yang akan dilaksanakan Anggota mengetahui rencana kegiatan kelompok dan memiliki persepsi yang sama
Hasil Diskusi Setiap keputusan harus ditaati Petani sudah merasakan nikmatnya berkelompok Setiap ada masalah dalam kelompok telah diselesaikan dengan baik Setiap perlakuan kegiatan berjalan dengan baik
1 2 3 4 5 6
E EKONOMI
Temuan di Lapangan Limbah hasil harus dimanfaatkan Petani tidak kesulitan membeli pupuk buatan Dapat mengurangi biaya produksi usaha tani Produksi meningkat, biaya dapat diminimalisir
Hasil Diskusi Setiap keputusan harus ditaati Petani sudah merasakan nikmatnya berkelompok Setiap ada masalah dalam kelompok telah diselesaikan dengan baik Setiap perlakuan kegiatan berjalan dengan baik
Programa : Penyuluhan Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan
Balai Penyuluhan Pertanian Marapalam Tahun Anggaran 2010
No. Masalah Kegiatan Output Metoda Penyuluhan Sasaran Volume Lokasi Waktu Biaya Sumber
Biaya Penanggung Jawab Pelaksana Dinas Terkait
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kelembagaan/organisasi kelompok tani sangat lemah, rendahnya penyerapan teknologi pertanian oleh petani
Benih tidak murni dan tidak berlabel biru yang mengakibatkan produksi rendah
KTNA kurang dikenal oleh anggota kelompok tani di wilayah kerja atau kecamatannya
Mutu/kualitas ternak sapi di lingkungan wilayah kerja BPP Marapalam sangat kurang
Banyak penyakit zoonosis pindah ke manusia disebabkan oleh ternak unggas dan ternak lainnya (antara lain Flu Burung dan Rabies)
Masih rendah pengetahuan petani tentang pengelolaan tanaman perkebunan sesuai anjuran teknis
Penyuluh melakukan kunjungan dan pembinaan ke kelompok tani
Penyuluhan kepada petani tentang kesadaran memakai benih unggul berlabel
Mengikutserta-kan KTNA dalam pertemuan kelompok tani di tingkat WKPP
Penyuluhan peningkatan mutu dan kualitas ternak sapi petani
Penyuluhan cara beternak yang baik kepada peternak
Melakukan penyuluhan kepada petani secara berkelompok Penyuluhan dapat diterima petani secara teratur
Meningkatkan pemakaian benih unggul berlabel
KTNA dapat dikenal secara langsung oleh kelompok tani dan anggota taninya
Peningkatan mutu ternak sapi petani
Agar petani/ peternak dapat mengusahakan beternak yang baik
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kebun Pertemuan tatap muka di kelompok tani
Pelaksanaan bantuan benih unggul berlabel varietas Batang Piaman
KTNA ikut memberikan penyuluhan tentang organisasi kelompok
Pelaksanaan IB untuk ternak sapi yang telah diseleksi
Memberikan penyuluhan kepada peternak secara berkelompok
Penyuluhan massal di tempat khusus
Petani secara berkelompok
Petani secara berkelompok
Kelompok Tani dan anggotanya
Ternak sapi petani di lingkungan BPP Marapalam
Petani/ Peternak dan masyarakat umum
Kelompok Tani
dan masyarakat umum Sebanyak kelompok tani di WKPP x 2 x 12
Pelaksanaan-nya disesuai-kan dengan target bantuan per-kecamatan
1 x sebulan di WKPP di wilayah kerja
780 ekor/ tahun di WKBPP
1 x sebulan/ WKPP x 12
1 x 1 bulan x WKPP x 12
Kelompok Tani di WKBPP Marapalam
Kec. Pauh
Kec. Luki
Kec. Lubeg
Kec. Patim/
sel
Kec. Bung- tekab
Wilayah kerja KTNA yang bersangkutan
Wilayah kerja BPP Marapalam
WKPP dalam wilayah kerja BPP Marapalam
WKPP dalam wilayah kerja BPP Marapalam
Januari
s.d Desember 2010
Januari
s.d
Desember 2010
Januari
s.d
Desember 2010
Januari
s.d Desember 2010
Januari
s.d
Desember 2010
Januari
s.d
Desember 2010 PM
PM
PM
PM
PM
PM
-
APBD
-
-
-
- PP masing-masing WKPP
- Dinas
- Ka. UPT Kec.
- PP
PP masing- masing WKPP
- Bidang Peterna-
kan
- PP
-Petugas IB
- Ka.UPT Kec.
- PP
- BPP
- Ka.UPT Kec.
- PP
- - Kelompok
- Tani
- PP
Kelompok Tani
- PP
- KTNA
- Kelompok
Tani
Petugas IB dan Peternak
PP dan Kelompok Tani
PP dan Kelompok
Tani - BPP
- Ka. UPT Kec.
- dll
- Dinas Pernak-bunhut
Kota Padang
- BPP
- dll
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- dll
- Dinas Pernak-
bunhut Kota
Padang
- Ka. UPT Kec.
- PP
- Dipernakbun-
hut Kota
Padang
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- PP
No. Masalah Kegiatan Output Metoda Penyuluhan Sasaran Volume Lokasi Waktu Biaya Sumber
Biaya Penanggung Jawab Pelaksana Dinas Terkait
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Sering terjadi banjir kalau hujan karena lahan hutan telah banyak yang kritis dan gundul
Hutan mangrove banyak yang rusak karena penebangan liar
Terbatasnya penyebaran bahan teknologi pertanian
Belum tercapainya persamaan persepsi di semua tingkat
Rendahnya tingkat SDM dan motivasi kelompok tani dan penyuluh pertanian
Rendahnya tingkat SDM dan motivasi kelompok tani dan penyuluh pertanian Penyuluhan penghijauan kembali hutan yang kritis dan gundul dengan tanaman yang menghasilkan bagi ekonomi
Mensosialisasi-kan hutan mangrove kepada petugas dan masyarakat di lingkungan mangrove
Pembuatan kompos berbasis jerami
Pertemuan Rencana Intensifikasi Tingkat Kecamatan
Pelaksaaan training penyuluh pertanian di BPP Marapalam
Pelatihan Manager UPJA Membudidayakan tanaman ekspor dan tanaman buah-buahan di lahan hutan kritis dan gundul
Menyelamatkan mangrove dari bahaya kepunahan
Petani dapat membuat kompos secara mandiri
Semua petugas satu persepsi dalam mengemban satu kegiatan
Terlaksananya pelatihan SDM PP dan Kontak Tani
Menjadikan operator alsintan lebih terampil Menanam tanaman karet, durian, mahoni, manggis serta tanaman buah-buahan lainnya
Menyadarkan petani pentingnya keberadaan mangrove di lahan pantai
Pembuatan kompos jerami bersama petani yang tergabung dalam kelompok tani
Pertemuan/ Rapat Penyusuan Rencana Intensifikasi Tingkat Kecamatan
Pengumpulan masalah dan pemecahan masalah dan penyampaian topik training
Melakukan pelatihan kepada operator teknis operasional alsintan Petani yang berdomisili pada lahan hutan yang kritis dan gundul
Warga yang berdomisili di sekitar hutan mangrove
Petani secara berkelompok
Semua petugas dinas terkait dan PP
PP, PHP, UPT dan KTNA
Operator alsintan di Kelompok Tani Disesuaikan dengan wilayahnya
4 x 1
5 unit
6 x
24 x
1 x Kec. Bungte- kab
Kec. Luki
Kec. Lubeg
Kec. Padang-
Sel
2x di Bungte- kab
1x di Lubeg
1x di Padang- sel
Kec. Pauh
Kec. Luki
Kec. Lubeg
Kec. Patim
Kec. Bungte-
kab
Kec. Bungte-
kab
Kec. Patim
Kec. Padang-
sel
Kec. Luki
Kec. Lubeg
Kec. Pauh
BPP Marapalam
Kec. Pauh Januari s.d Desember 2010
Januari s.d Desember 2010
Januari s.d Desember 2010
Maret 2010
Januari s.d Desember 2010
Juni s.d Desember 2010 PM
PM
17.758.500,00
2.700.000,00
8.450.000,00
737.000,00 -
-
APBD
APBD
APBD
APBD - Bidang
Kehutanan
- PP
- BPP
- Ka. UPT
- PP
UPT Perlintan
Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
BPP
UPT Perlintan Kelompok Tani
PP dan Kelompok Tani
Kelompok Tani
- BPP
- Ka.UPT Kec.
- BPP
- PP
Kelompok
Tani - Bidang
Kehutanan
- Ka. UPT Kec.
- PP
- Dipernakbun-hut Kota Padang
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- Dipernakbun-hut Kota Padang
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- Bidang Perta-
nian
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- dll
- Bidang
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- Ka. UPT Kec.
- Kelompok
Tani
No. Masalah Kegiatan Output Metoda Penyuluhan Sasaran Volume Lokasi Waktu Biaya Sumber
Biaya Penanggung Jawab Pelaksana Dinas Terkait
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19. Rendahnya tingkat SDM dan motivasi kelompok tani dan penyuluh pertanian
Rendahnya tingkat SDM dan motivasi kelompok tani dan penyuluh pertanian
Rendahnya tingkat SDM dan motivasi kelompok tani dan penyuluh pertanian
Rendahnya tingkat SDM dan motivasi kelompok tani dan penyuluh pertanian
Belum semua kelompok tani mengetahui hasil dan keberhasilan demonstrasi
Belum semua kelompok tani mengetahui hasil dan keberhasilan demonstrasi
Belum semua kelompok tani mengetahui hasil dan keberhasilan demonstrasi
Sosialisasi ULIB
Pelatihan ULIB
Penyusunan Programa BPP Marapalam
Anjangsana Kontak Tani
Pengembangan Padi Tanam Sabatang (PTS)
Demonstrasi pengolahan hasil
Demonstrasi penggunaan alsintan Kegiatan ULIB dapat diketahui Kelompok Tani
Menambah pengetahuan dan keterampilan peternak
Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian tingkat BPP
Berkembangnya pengetahuan Kontak Tani
Petani dapat mengetahui lebih dekat keberhasilan suatu sistem
Petani dapat mengetahui cara yang baik pascapanen
Kontak Tani dan petani lebih memahami hasil demonstrasi yang baik Melakukan sosialisasi kepada anggota kelompok tani
Melakukan pelatihan khusus pelaksanaan ULIB
Membuat buku Programa PP sebagai acuan kegiatan PP ke depan
Melakukan anjangsana kepada kelompok yang telah maju
Pelaksanaan PTS secara kelompok
Melakukan demonstrasi pengolahan hasil
Pelaksanaan demonstrasi alsintan yang diikuti oleh Kontak Tani dan petani
Kelompok Tani Peternak
Petani/peternak di kelompok yang bersangkutan
Peningkatan mutu dan kualitas penyuluhan pertanian secara menyeluruh
Kontak Tani
Petani maju dan petani anggota kelompok tani
Kontak Tani dan Petani
Kelompok tani dengan anggotanya 1 paket
1 paket
1 x
1 x
4 Kecamatan
2 x
1 x Kel. Koto La-
lang, Kec. Luki
Kec. Pauh
BPP Marapalam
Kelompok Tani yang telah maju di Sumbar
Kec. Bungte-
kab
Kec. Pauh
Kec. Patim
Kec. Lubeg
Kec. Pauh
Kec. Patim
Kec. Pauh Mei 2010
Juni 2010
Januari 2010
Juni 2010
Mei 2010
Juni 2010
Juni s.d Desember 2010 1.412.000,00
1.306.000,00
4.025.000,00
1.500.000,00
8.250.000,00
5.200.000,00
1.087.500,00
APBD
APBD
APBD
APBD
APBD
APBD
APBD UPT Pembibitan
BPP
BPP
BPP
Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Bidang Pertanian TPH
UPT Perlintan Kelompok Tani Peternak
- BPP
- PP se BPP
- BPP
- PP se-BPP
- BPP
- Kontak Tani
- Ka.UPT Kec.
- PP WKPP
Ka.UPT Kec.
- Ka.UPT Kec.
- PP WKPP UPT
- UPT
- Ka. UPT Kec.
- PPL
- Bidluh
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- PHP
Bidluh
- BPP
- Ka. UPT Kec.
- BPP
- PP
- UPT Perlintan
- BPP
- Ka. UPT Kec.
No. Masalah Kegiatan Output Metoda Penyuluhan Sasaran Volume Lokasi Waktu Biaya Sumber
Biaya Penanggung Jawab Pelaksana Dinas Terkait
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
20.
21.
22.
23. Petani belum menyadari kerugian secara ekonomis pada waktu kehilangan hasil saat panen
Kurangnya pengetahuan petani tentang pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman yang mengakibatkan produksi sering turun
Belum optimalnya penggunaan lahan perkebunan rakyat
Belum optimalnya penggunaan lahan perkebunan rakyat
Pelaksanaan penghitungan losis saat pascapanen padi petani
Pelaksanaan SLPTT Padi Non Hibrida pada lahan petani
Pembinaan dan bimbingan teknis petani kakao
Demplot dan dem-area tanaman perkebunan Petani dapat mengetahui kehilangan hasil pada saat pascapanen
Petani secara berkelompok dapat mengetahui manfaat SLPTT
Agar petani lebih tahu budidaya tanaman kakao
Agar petani dapat melihat lebih jelas hasilnya Praktikum kehilangan hasil pada saat pascapanen padi petani
Melatih petani di lapangan dengan sistem SLPTT
Pelatihan teknis budidaya tanaman kakao
Pendekatan kegiatan kepada petani dengan cara demonstrasi Petani secara berkelompok dengan lahan sawah saat panen
Kelompok Tani dan anggotanya
Kelompok tani subkebun dan anggotanya
Petani secara berkelompok 5 x
30 unit
4 Kecamatan
2 Kecamatan Kec. Pauh
Kec. Luki
Kec. Lubeg
Kec. Patim
Kec. Bungte-
kab
Kec. Pauh
Kec. Luki
Kec. Lubeg
Kec. Patim
Kec. Bungte-
kab
Kec. Bungte-
kab
Kec. Pauh
Kec. Lubeg
Kec. Luki
Kec. Padang-
sel
Kec. Bungte-
kab Juni s.d Juli 2010
April s.d September 2010
Januari s.d Desember 2010
Januari s.d Desember 2010 2.175.000,00
85.675.000,00
25.509.200,00
PM APBD
APBN
APBD
APBD Bidang Pertanian TPH
Bidang Pertanian TPH
Bidang Perkebunan
Bidang Perkebunan - Ka.UPT Kec.
- PP
- Bid.Pertanian
- UPT Perlin-
tan
- Bidang
Perkebunan
- Kelompok
Tani
- Bidang
Perkebunan
- Ka.UPT Kec. - Bid. Pertanian
TPH
- Ka. UPT Kec.
- PP
- Bid. Pertanian
TPH
- UPT Perlintan
- Ka. UPT Kec.
- Bidang
Perkebunan
- Ka. UPT Kec.
- BPP
- PP
- Bidang
Perkebunan
- Ka. UPT Kec.
- PP
Padang, Januari 2010
Kepala BPP Marapalam
Syahruddin Sabil, SP
Pembina NIP. 080 020 918
Minggu, 11 April 2010
RENCANA KERJA PENYULUH
(RKP)
HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II
PEMERINTAH KOTA PADANG
DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN
DAN KEHUTANAN
Padang, 2010
RENCANA KERJA PENYULUHAN
DI KELURAHAN BINUANG KAMPUNG DALAM
KECAMATAN PAUH
KOTA PADANG
HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II
PEMERINTAH KOTA PADANG
DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN
DAN KEHUTANAN
Padang, 2010
RENCANA KERJA PENYULUHAN
DI KELURAHAN BINUANG KAMPUNG DALAM
KECAMATAN PAUH
KOTA PADANG
Oleh:
HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II
Padang, 04 Januari 2010
Mengetahui/ menyetujui:
KATA PENGANTAR
Rencana Kerja Penyuluh (RKP) Pertanian merupakan acuan kegiatan penyuluhan pembangunan pertanian disegala sektor. Dimana penyuluhan itu diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan teknologi yang bermanfaat dalam mewujudkan pertanian yang tangguh di WKPP Binuang Kampung Dalam. Selain itu RKP ini disusun sebagai rel bagi penyuluh pertanian di-WKPP ini untuk melaksanakan tugasnya dilapangan.
Penulisan RKP Pertanian ini didasarkan kepada Impact Point dan disusun secara jelas serta terarah sehingga penyuluh dapat melaksanakan tugas dan terlaksana secara berdaya guna,berhasil guna, tertib, lancar serta berkelanjutan. Namun demikian keberhasilan penyuluhan pertanian harus tetap didukung oleh partisipasi aktif dari masyarakat tani serta bimbingan dari semua dinas terkait.
Sangat disadari bahwa RKP Pertanian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari manapun sangat diharapkan.
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Sasaran
II. KEADAAN WILAYAH KERJA
2.1 Keadaan Saat Ini
2.2 Keadaan Yang Diinginkan
2.3 Masalah Yang Dihadapi
III. RANCANGAN PENYULUHAN
3.1 Identifikasi Masalah Utama
3.2 Upaya Pemecahan Masalah
3.3 Rencana Penguatan Kelembagaan Petani
3.4 Rencana Pelaksanaan Programa Penyuluhan di Lokasi
IV. AGENDA KEGIATAN PENYULUHAN
V. PENUTUP
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menopang perekonomian masyarakat secara umum, khususnya di kelurahan Binuang Kampung Dalam. Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat berusaha pada bidang pertanian. Selain itu sektor pertanian telah teruji mampu bertahan dalam kondisi krisis sekalipun.
Di-Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Binuang Kampung Dalam, hari ini seluruh sektor pertanian, terutama sektor tanaman pangan, sektor hortikultura dan sektor peternakan, mendapat tantangan dan permasalahan yang semakin kompleks yang diiringi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Pesatnya pembangunan disektor non pertanian menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan-lahan yang produktif yang mengakibatkan berkurangnya produksi pangan. Mahalnya harga pupuk buatan membuat biaya produksi melonjak sementara kesuburan lahan semakin lama semakin berkurang. Kurangnya minat dan pengetahuan petani untuk menggunakan bahan-bahan alternatif sebagai pupuk serta rendahnya minat petani mengaplikasikan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Demikian juga dalam bidang peternakan dihadapkan pada berbagai permasalahan terutama tingginya harga pakan, kurangnya lahan untuk Hijuan Pakan Ternak (HMT) dan rendahnya pengetahuan petani dalam pengendalian penyakit pada ternak. Permasalahan yang tidak kalah pentingnya adalah rendahnya minat petani dalam berorganisasi, perubahan lingkungan yang strategis serta pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.
Untuk memperbaiki kondisi itu diperlukan tindakan-tindakan yang tepat oleh masyarakat terutama petani diwilayah ini. Untuk dapat bertindak tepat petani membutuhkan bimbingan dan penyuluhan dari penyuluh pertanian diwilayah tersebut. Penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator dan dinamisator agar terlaksananya penyuluhan yang berbasis pada kebutuhan petani dan kelompok tani. Untuk menjawab permasalahan dan tantangan itulah perlunya disusun Rencana Kerja Penyuluh (RKP) Pertanian di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Binuang Kampung Dalam.
1.2 Tujuan.
Tujuan disusunnya RKP WKPP Binuang Kampung Dalam adalah:
1. Sebagai acuan dan petunjuk kerja bagi penyuluh untuk melaksanakan tugas dilapangan. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat terarah, terukur dan berkelanjutan.
2. Teridentifikasi dan terinventarisirnya seluruh permasalahan petani dilapangan.
3. Sebagai pedoman dalam perbaikan teknologi, peningkatan produksi pertanian dan penguatan kelompok tani dan gapoktan.
4. Teraplikasinya teknologi yang telah disuluhkan kepada petani.
5. Sebagai laporan terhadap kinerja penyuluh pertanian dilapangan.
1.3 Sasaran.
Sasaran yang ingin dicapai dari RKP WKPP Binuang Kampung Dalam adalah:
1. Terjadinya peningkatan produksi pertanian dan peternakan.
2. Terjadinya peningkatan partisipasi petani dan investasi swasta dalam bidang agribisnis.
3. Peningkatan sumber daya pertanian yang efisien dan berwawasan lingkungan.
4. Terjadinya peningkatan dalam penggunaan jerami padi sebagai pupuk alternatif.
5. Terjadinya peningkatan produksi padi sawah dengan menerapkan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS)
6. Penggalakan pemanfaatan pekarangan untuk tanaman yang bermanfaat.
7. Terjadinya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
II. KEADAAN WILAYAH KERJA
2.1 Keadaan Saat Ini
A. Keadaan Sumber Daya Manusia
1. Keadaan penduduk.
Jumlah penduduk di-WKPP Binuang Kampung Dalam Pada tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Jumlah penduduk di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
Laki-laki
(orang) Perempuan
(orang) Total
(Orang) Kepala Keluarga
(orang)
2073 2309 4382 1055
Sumber: Kantor Camat Pauh, 2009
2. Keadaan kelompok tani dan kelembagaannya.
Kelompok tani yang berfungsi sebagai suatu kesatuan masyarakat tani dalam berproduksi dan sebagai wadah belajar mengajar serta bekerja sama dalam berusaha tani, sebahagian kemapuannya relatif rendah. WKPP Binuang Kp. Dalam mempunyai 4 (empat) kelompok tani. Data-data tentang kelompok tani tercantum dalam tabel berikut.
Tabel 2. Klasifikasi kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Kelompok tani Belum dikukuhkan Pemula Lanjut Madya Utama
1. Binuang Saiyo √
2. Tenaga Baru √
3. Cinto Damai √
4. Saiyo Sakato √
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Tabel 3. Data kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama poktan Struktur kepengurusan Jumlah anggota Tahun berdiri
Ketua Sekretaris Bendahara
1. Binuang Saiyo Abu Nawas Djamalus Nazaruddin 41 1987
2. Tenaga Baru Buchari Yusuf Amirula Uli 36 1987
3. Cinto Damai Sunardi Nazaruddin Amirdas 46 1982
4. Saiyo Sakato Herman Abdul M. Henri 14 1998
Sumber: PPL Binuang Kp. Dalam, 2009
Di-WKPP Binuang kp. Dalam juga telah terbentuk Unit Pelayanan Jasa Alsintan pada tahun 2008 dengan pengurus sebagaimana terlihat dalam tabel berikut.
Tabel 4. Data Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) poktan Tenaga Baru tahun 2009
Nama UPJA Struktur kepengurusan Tahun berdiri
Manajer Bendahara Operator I/II
UPJA poktan Tenaga Baru Isar Malin Cahyo Ibrahim Tarmizi/ Amri 2008
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Selain itu di-WKPP Binuang Kp. Dalam telah terbentuk pula Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) pada tahun 2007 dengan nama Gapoktan Binuang Abadi. Data pengurus Gapoktan periode 2007-2010 adalah sebagai berikut.
Tabel 5. Data gabungan kelompok tani (Gapoktan) di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
Nama Gapoktan Struktur kepengurusan Tahun berdiri
Ketua/waket Sekretaris/wasek Bendahara
Binuang Abadi Buchari/Isar M. Nazaruddin/Djamalus Abu Nawas 2007
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
B. Keadaan Sumber Daya Alam
1. Keadaan iklim.
Iklim sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam berusaha tani. Untuk itu dalam berusaha tani petani harus selalu mempertimbangkan keadaan iklim. Keadaan curah hujan rata-rata di-WKPP Binuang Kp. Dalam dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 6. Data rata-rata curah hujan tahunan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2005-2009.
Tahun
2005 2006 2007 2008 2009
Rata-rata curah hujan 13,78
11,07
13,41
13,20
10,00
Sumber: Stasiun Klimatologi Gunung Nago, 2005-2009
2. Keadaan dan penggunaan lahan.
Luas WKPP Binuang Kp. Dalam adalah 297 Ha, dimana sebahagian besar dipergunakan untuk lahan pertanian, tetapi luas lahan untuk pertanian ini semakin lama semakin berkurang. Hal ini disebabkan terjadinya alih fungsi lahan dari lahanpertanian menjadi lahan non pertanian seperti perumahan dan pertokoan. Distribusi penggunaan lahan di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7. Data luas baku lahan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Lahan Luas baku (Ha)
1. Sawah 115
2. Pekarangan/ bangunan 112
3. Perikanan darat 1,5
4. Tegalan 11,5
5. Rawa
6. Kolam 0,5
7. Perkebunan rakyat 5,5
8. Lain-lain 51
Jumlah 297
Sumber: Kantor Lurah Binuang Kp. Dalam, 2009
Lahan pertanian terutama digunakan untuk sawah dan sebahagian kecil dipergunakan sebagai tegalan untuk menanam sayur-sayuran. Data luas tanam dan produktifitas lahan sawah di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut.
No. Nama Poktan Luas Tanam (Ha) Produksi (Ton) Produktifitas
MT I MT II
1. Tenaga Baru 23,50 143,35 143,82 6,11
2. Binuang Saiyo 24,00 146,64 146,88 6,12
3. Saiyo Sakato 27,50 167,75 168,30 6,11
4. Cinta Damai 40,00 244,00 244,80 6,11
Jumlah 115,00 701,74 703,80
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Selain dimanfaatkan sebagai tempat menanam berbagai macam tanaman, lahan juga digunakan sebagai tempat untuk mengembangkan peternakan. Jenis dan jumlah populasi ternak di-WKPP Binuang Kp. Dalam adalah sebagai berikut.
Tabel 9. Data Populasi ternak di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis ternak Populasi (ekor)
1. Kerbau 3
2. Sapi 389
3. Kuda 2
4. Kambing 190
5. Domba 8
6. Kelinci 7
7. Ayam Ras Pedaging 500
8. Ayam Ras Petelur 5000
9. Ayam Buras 3200
10. Itik 500
11. Puyuh 2000
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
C. Sarana dan Prasarana Pertanian.
Secara umum sarana dan prasarana pertanian di-WKPP Binuang Kp. Dalam sudah cukup memadai seperti transportasi, komunikasi, alat-alat pertanian dan kios saprodi. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 adalah sebagai berikut.
Jumlah alat masin pertanian (Alsintan).
Tabel 10. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis Alsintan Jumlah (unit)
1. Huller (RMC) 5
2. Hand Tractor 6
3. Thresser -
4. Motor Sprayer -
5. Hand Sprayer 20
6. Tongkang 11
7. Bajak Tradisional 4
8. Sikat 4
9. Lumbo 5
10. Sabit 90
11. Waring 5
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
2.2 Keadaan Yang Diinginkan
Beberapa hal yang diinginkan pada akhir tahun 2010 nanti
Tabel 1. Klasifikasi kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Kelompok tani Belum dikukuhkan Pemula Lanjut Madya Utama
1. Binuang Saiyo √
2. Tenaga Baru √
3. Cinto Damai √
4. Saiyo Sakato √
Tabel 2. Data kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama poktan Struktur kepengurusan Jumlah anggota Tahun berdiri
Ketua Sekretaris Bendahara
1. Binuang Saiyo Abu Nawas Djamalus Nazaruddin 41 1987
2. Tenaga Baru Buchari Yusuf Amirula Uli 36 1987
3. Cinto Damai Sunardi Nazaruddin Amirdas 46 1982
4. Saiyo Sakato Herman Abdul M. Henri 14 1998
Tabel 3. Data luas tanam, panen dan produksi beberapa komoditi unggulan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama komoditi Luas tanam (Ha) Panen (Ha) Produksi (ton) Produktifitas (ton/Ha)
1 Padi 114,5 114,5 572,5 5
2 Bengkuang 2
3 Cabe 1
4 Mentimun 2,4
5 Kangkung 2,5
6 Terung 1
7 Jagung 1
8 Pare 1
9 Bayam 1
10 Kacang Panjang 0,5
11 Kelapa 2,4
12 Pisang 2
13 Tebu 0,5
Tabel 4. Data Populasi ternak di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis ternak Populasi (ekor)
1. Kerbau 3
2. Sapi 389
3. Kuda 2
4. Kambing 190
5. Domba 8
6. Kelinci 7
7. Ayam Ras Pedaging 500
8. Ayam Ras Petelur 5000
9. Ayam Buras 3200
10. Itik 500
11. Puyuh 2000
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Tabel 5. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis Alsintan Jumlah (unit)
1. Huller (RMC) 5
2. Hand Tractor 6
3. Thresser -
4. Motor Sprayer -
5. Hand Sprayer 20
6. Tongkang 11
7. Bajak Tradisional 4
8. Sikat 4
9. Lumbo 5
10. Sabit 90
11. Waring 5
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
2.3 Masalah Yang Dihadapi
A. Masalah dalam bidang teknis
1. Petani masih belum mau dan mampu melakukan pengolahan tanah secara sempurna.
2. Petani masih enggan mengaplikasikan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS)
3.
jmmmmmmmmmmmmmmmm
III. RANCANGAN PENYULUHAN
3.1 Identifikasi Masalah Utama
A Masalah Teknis:
1. Petani belum memanfaatkan Jerami Padi sebagai bahan pupuk alternatif untuk tanaman Padi.
2. Petani belum menerapkan teknik pemupukan padi yang efektif dan efisien.
3. Petani masih berat untuk menerapkan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS).
4. Petani belum menerapkan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.
5. Dalam pasca panen Padi petani masih menggunakan teknik konvensional sehingga terjadi losis yang tinggi.
6. Petani banyak yang tidak menggunakan pupuk alternatif spt pupuk kandang dan pupuk kompos untuk memupuk tanamannya.
7. Pengolahan tanah kebanyakan belum dilakukan secara sempurna.
8. Waktu menanam terutama tanaman Cabe kurang mempertimbangkan keadaan cuaca.
9. Bibit yang digunakan masih rendah kualitasnya terutama pada tanaman Mentimun.
10. Pemakaian pupuk alternatif masih kurang sesuai anjuran terutama pada tanaman Mentimun.
11. Petani belum memberikan pupuk pada tanaman perkebunan.
12. Petani belum melakukan perawatan dengan baik terhadap tanaman perkebunan.
13. Petani belum melakukan perawatan/pemangkasan terhadap tanaman Kakao.
14. Peternak belum melakukan sanitasi terhadap ternak dan lingkungannya secara baik.
15. Peternak belum melakukan pengendalian penyakit pada ternak secara baik.
16. Peternak belum melakukan IB dengan tepat waktu untuk ternak Sapi.
17. Pakan yang diberikan belum berkualitas baik disebabkan mahalnya harga pakan.
18. Lahan untuk Hijauan Pakan Ternak sangat terbatas.
19. Peternak masih menggunakan cara konvensional dalam pemeliharaan ternak terutama ternak ayam buras.
20. Peternak belum melakukan vaksinasi secara berkala.
B. Masalah Ekonomi dan Sosial
1. Masyarakat kurang memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertanam tanaman yang bermanfaat
2. Generasi muda kurang berminat dalam berusaha tani.
3. Usaha tani yang dilakukan belum berorientasi agribisnis.
4. Usaha tani yang dilakukan oleh petani umumnya merupakan usaha sampingan.
5. Terbatasnya ilmu yang dimiliki penyuluh.
6. Sebahagian kelompok tani belum melaksanakan pertemuan secara rutin.
7. Inisiatif dan kreatifitas kelompok belum maksimal.
8. Kekompakan petani masih sangat lemah.
9. Anggota kelompok masih belum konsisten dalam berkelompok.
10. Belum seluruhnya kelompok tani yang membuat rencana kelompok.
11. Belum ada lembaga keuangan yang ditangani oleh petani.
12. Terjadi kekurangan pupuk bersubsidi.
13. Masih kurangnya industri rumah tangga yang mengolah hasil pertanian.
3.2 Upaya Pemecahan Masalah
1. Melakukan demonstrasi plot (demplot).
2. Melakukan demonstrasi cara (demcara).
3. Melakukan penyuluhan secara berkala.
4. Melakukan kunjungan secara berkala.
5. Melakukan Sekolah Lapang (SL).
6. Melakukan study tour ke sentra-sentra agribisnis.
3.2 Rencana Penguatan Kelembagaan Petani.
1. Melengkapi kelengkapan administrasi kelompok tani (poktan).
2. Melengkapi kelengkapan administrasi gabungan kelompok tani (gapoktan).
3. Membuat jadwal pertemuan berkala.
4. Meningkatkan kepatuhan anggota kelompok tani terhadap peraturan yang telah disepakati.
5. Membuat kegiatan yang dikelola secara bergotong-royong oleh kelompok tani.
V. PENUTUP
Dengan telah disusunnya RKP di-WKPP Binuang Kampung Dalam, kecamatan Pauh tahun 2010 ini maka diharapkan dapat menjadi pedoman dalam semua aspek kegiatan penyuluhan pertanian secara efektif dan efisien. Dengan adanya dukungan aspek pengkajian, aspek informasi, aspek komunikasi, aspek edukasi dan aspek pengaturan serta aspek pelayanan terhadap masyarakat pertanian umumnya dan khususnya untuk kelompok tani sebagai mitra dari penyuluh pertanian dalam peningkatan pembangunan pertanian diwilayah ini.
(RKP)
HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II
PEMERINTAH KOTA PADANG
DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN
DAN KEHUTANAN
Padang, 2010
RENCANA KERJA PENYULUHAN
DI KELURAHAN BINUANG KAMPUNG DALAM
KECAMATAN PAUH
KOTA PADANG
HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II
PEMERINTAH KOTA PADANG
DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN
DAN KEHUTANAN
Padang, 2010
RENCANA KERJA PENYULUHAN
DI KELURAHAN BINUANG KAMPUNG DALAM
KECAMATAN PAUH
KOTA PADANG
Oleh:
HERMANTO, S.Pt
THL-TBPP II
Padang, 04 Januari 2010
Mengetahui/ menyetujui:
KATA PENGANTAR
Rencana Kerja Penyuluh (RKP) Pertanian merupakan acuan kegiatan penyuluhan pembangunan pertanian disegala sektor. Dimana penyuluhan itu diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan teknologi yang bermanfaat dalam mewujudkan pertanian yang tangguh di WKPP Binuang Kampung Dalam. Selain itu RKP ini disusun sebagai rel bagi penyuluh pertanian di-WKPP ini untuk melaksanakan tugasnya dilapangan.
Penulisan RKP Pertanian ini didasarkan kepada Impact Point dan disusun secara jelas serta terarah sehingga penyuluh dapat melaksanakan tugas dan terlaksana secara berdaya guna,berhasil guna, tertib, lancar serta berkelanjutan. Namun demikian keberhasilan penyuluhan pertanian harus tetap didukung oleh partisipasi aktif dari masyarakat tani serta bimbingan dari semua dinas terkait.
Sangat disadari bahwa RKP Pertanian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari manapun sangat diharapkan.
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Sasaran
II. KEADAAN WILAYAH KERJA
2.1 Keadaan Saat Ini
2.2 Keadaan Yang Diinginkan
2.3 Masalah Yang Dihadapi
III. RANCANGAN PENYULUHAN
3.1 Identifikasi Masalah Utama
3.2 Upaya Pemecahan Masalah
3.3 Rencana Penguatan Kelembagaan Petani
3.4 Rencana Pelaksanaan Programa Penyuluhan di Lokasi
IV. AGENDA KEGIATAN PENYULUHAN
V. PENUTUP
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menopang perekonomian masyarakat secara umum, khususnya di kelurahan Binuang Kampung Dalam. Hal ini disebabkan mayoritas masyarakat berusaha pada bidang pertanian. Selain itu sektor pertanian telah teruji mampu bertahan dalam kondisi krisis sekalipun.
Di-Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Binuang Kampung Dalam, hari ini seluruh sektor pertanian, terutama sektor tanaman pangan, sektor hortikultura dan sektor peternakan, mendapat tantangan dan permasalahan yang semakin kompleks yang diiringi dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Pesatnya pembangunan disektor non pertanian menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan-lahan yang produktif yang mengakibatkan berkurangnya produksi pangan. Mahalnya harga pupuk buatan membuat biaya produksi melonjak sementara kesuburan lahan semakin lama semakin berkurang. Kurangnya minat dan pengetahuan petani untuk menggunakan bahan-bahan alternatif sebagai pupuk serta rendahnya minat petani mengaplikasikan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Demikian juga dalam bidang peternakan dihadapkan pada berbagai permasalahan terutama tingginya harga pakan, kurangnya lahan untuk Hijuan Pakan Ternak (HMT) dan rendahnya pengetahuan petani dalam pengendalian penyakit pada ternak. Permasalahan yang tidak kalah pentingnya adalah rendahnya minat petani dalam berorganisasi, perubahan lingkungan yang strategis serta pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.
Untuk memperbaiki kondisi itu diperlukan tindakan-tindakan yang tepat oleh masyarakat terutama petani diwilayah ini. Untuk dapat bertindak tepat petani membutuhkan bimbingan dan penyuluhan dari penyuluh pertanian diwilayah tersebut. Penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator dan dinamisator agar terlaksananya penyuluhan yang berbasis pada kebutuhan petani dan kelompok tani. Untuk menjawab permasalahan dan tantangan itulah perlunya disusun Rencana Kerja Penyuluh (RKP) Pertanian di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Binuang Kampung Dalam.
1.2 Tujuan.
Tujuan disusunnya RKP WKPP Binuang Kampung Dalam adalah:
1. Sebagai acuan dan petunjuk kerja bagi penyuluh untuk melaksanakan tugas dilapangan. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat terarah, terukur dan berkelanjutan.
2. Teridentifikasi dan terinventarisirnya seluruh permasalahan petani dilapangan.
3. Sebagai pedoman dalam perbaikan teknologi, peningkatan produksi pertanian dan penguatan kelompok tani dan gapoktan.
4. Teraplikasinya teknologi yang telah disuluhkan kepada petani.
5. Sebagai laporan terhadap kinerja penyuluh pertanian dilapangan.
1.3 Sasaran.
Sasaran yang ingin dicapai dari RKP WKPP Binuang Kampung Dalam adalah:
1. Terjadinya peningkatan produksi pertanian dan peternakan.
2. Terjadinya peningkatan partisipasi petani dan investasi swasta dalam bidang agribisnis.
3. Peningkatan sumber daya pertanian yang efisien dan berwawasan lingkungan.
4. Terjadinya peningkatan dalam penggunaan jerami padi sebagai pupuk alternatif.
5. Terjadinya peningkatan produksi padi sawah dengan menerapkan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS)
6. Penggalakan pemanfaatan pekarangan untuk tanaman yang bermanfaat.
7. Terjadinya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
II. KEADAAN WILAYAH KERJA
2.1 Keadaan Saat Ini
A. Keadaan Sumber Daya Manusia
1. Keadaan penduduk.
Jumlah penduduk di-WKPP Binuang Kampung Dalam Pada tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Jumlah penduduk di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
Laki-laki
(orang) Perempuan
(orang) Total
(Orang) Kepala Keluarga
(orang)
2073 2309 4382 1055
Sumber: Kantor Camat Pauh, 2009
2. Keadaan kelompok tani dan kelembagaannya.
Kelompok tani yang berfungsi sebagai suatu kesatuan masyarakat tani dalam berproduksi dan sebagai wadah belajar mengajar serta bekerja sama dalam berusaha tani, sebahagian kemapuannya relatif rendah. WKPP Binuang Kp. Dalam mempunyai 4 (empat) kelompok tani. Data-data tentang kelompok tani tercantum dalam tabel berikut.
Tabel 2. Klasifikasi kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Kelompok tani Belum dikukuhkan Pemula Lanjut Madya Utama
1. Binuang Saiyo √
2. Tenaga Baru √
3. Cinto Damai √
4. Saiyo Sakato √
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Tabel 3. Data kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama poktan Struktur kepengurusan Jumlah anggota Tahun berdiri
Ketua Sekretaris Bendahara
1. Binuang Saiyo Abu Nawas Djamalus Nazaruddin 41 1987
2. Tenaga Baru Buchari Yusuf Amirula Uli 36 1987
3. Cinto Damai Sunardi Nazaruddin Amirdas 46 1982
4. Saiyo Sakato Herman Abdul M. Henri 14 1998
Sumber: PPL Binuang Kp. Dalam, 2009
Di-WKPP Binuang kp. Dalam juga telah terbentuk Unit Pelayanan Jasa Alsintan pada tahun 2008 dengan pengurus sebagaimana terlihat dalam tabel berikut.
Tabel 4. Data Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) poktan Tenaga Baru tahun 2009
Nama UPJA Struktur kepengurusan Tahun berdiri
Manajer Bendahara Operator I/II
UPJA poktan Tenaga Baru Isar Malin Cahyo Ibrahim Tarmizi/ Amri 2008
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Selain itu di-WKPP Binuang Kp. Dalam telah terbentuk pula Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) pada tahun 2007 dengan nama Gapoktan Binuang Abadi. Data pengurus Gapoktan periode 2007-2010 adalah sebagai berikut.
Tabel 5. Data gabungan kelompok tani (Gapoktan) di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
Nama Gapoktan Struktur kepengurusan Tahun berdiri
Ketua/waket Sekretaris/wasek Bendahara
Binuang Abadi Buchari/Isar M. Nazaruddin/Djamalus Abu Nawas 2007
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
B. Keadaan Sumber Daya Alam
1. Keadaan iklim.
Iklim sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dalam berusaha tani. Untuk itu dalam berusaha tani petani harus selalu mempertimbangkan keadaan iklim. Keadaan curah hujan rata-rata di-WKPP Binuang Kp. Dalam dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 6. Data rata-rata curah hujan tahunan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2005-2009.
Tahun
2005 2006 2007 2008 2009
Rata-rata curah hujan 13,78
11,07
13,41
13,20
10,00
Sumber: Stasiun Klimatologi Gunung Nago, 2005-2009
2. Keadaan dan penggunaan lahan.
Luas WKPP Binuang Kp. Dalam adalah 297 Ha, dimana sebahagian besar dipergunakan untuk lahan pertanian, tetapi luas lahan untuk pertanian ini semakin lama semakin berkurang. Hal ini disebabkan terjadinya alih fungsi lahan dari lahanpertanian menjadi lahan non pertanian seperti perumahan dan pertokoan. Distribusi penggunaan lahan di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7. Data luas baku lahan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Lahan Luas baku (Ha)
1. Sawah 115
2. Pekarangan/ bangunan 112
3. Perikanan darat 1,5
4. Tegalan 11,5
5. Rawa
6. Kolam 0,5
7. Perkebunan rakyat 5,5
8. Lain-lain 51
Jumlah 297
Sumber: Kantor Lurah Binuang Kp. Dalam, 2009
Lahan pertanian terutama digunakan untuk sawah dan sebahagian kecil dipergunakan sebagai tegalan untuk menanam sayur-sayuran. Data luas tanam dan produktifitas lahan sawah di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut.
No. Nama Poktan Luas Tanam (Ha) Produksi (Ton) Produktifitas
MT I MT II
1. Tenaga Baru 23,50 143,35 143,82 6,11
2. Binuang Saiyo 24,00 146,64 146,88 6,12
3. Saiyo Sakato 27,50 167,75 168,30 6,11
4. Cinta Damai 40,00 244,00 244,80 6,11
Jumlah 115,00 701,74 703,80
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Selain dimanfaatkan sebagai tempat menanam berbagai macam tanaman, lahan juga digunakan sebagai tempat untuk mengembangkan peternakan. Jenis dan jumlah populasi ternak di-WKPP Binuang Kp. Dalam adalah sebagai berikut.
Tabel 9. Data Populasi ternak di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis ternak Populasi (ekor)
1. Kerbau 3
2. Sapi 389
3. Kuda 2
4. Kambing 190
5. Domba 8
6. Kelinci 7
7. Ayam Ras Pedaging 500
8. Ayam Ras Petelur 5000
9. Ayam Buras 3200
10. Itik 500
11. Puyuh 2000
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
C. Sarana dan Prasarana Pertanian.
Secara umum sarana dan prasarana pertanian di-WKPP Binuang Kp. Dalam sudah cukup memadai seperti transportasi, komunikasi, alat-alat pertanian dan kios saprodi. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kp. Dalam tahun 2009 adalah sebagai berikut.
Jumlah alat masin pertanian (Alsintan).
Tabel 10. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis Alsintan Jumlah (unit)
1. Huller (RMC) 5
2. Hand Tractor 6
3. Thresser -
4. Motor Sprayer -
5. Hand Sprayer 20
6. Tongkang 11
7. Bajak Tradisional 4
8. Sikat 4
9. Lumbo 5
10. Sabit 90
11. Waring 5
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
2.2 Keadaan Yang Diinginkan
Beberapa hal yang diinginkan pada akhir tahun 2010 nanti
Tabel 1. Klasifikasi kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Kelompok tani Belum dikukuhkan Pemula Lanjut Madya Utama
1. Binuang Saiyo √
2. Tenaga Baru √
3. Cinto Damai √
4. Saiyo Sakato √
Tabel 2. Data kelompok tani di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama poktan Struktur kepengurusan Jumlah anggota Tahun berdiri
Ketua Sekretaris Bendahara
1. Binuang Saiyo Abu Nawas Djamalus Nazaruddin 41 1987
2. Tenaga Baru Buchari Yusuf Amirula Uli 36 1987
3. Cinto Damai Sunardi Nazaruddin Amirdas 46 1982
4. Saiyo Sakato Herman Abdul M. Henri 14 1998
Tabel 3. Data luas tanam, panen dan produksi beberapa komoditi unggulan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Nama komoditi Luas tanam (Ha) Panen (Ha) Produksi (ton) Produktifitas (ton/Ha)
1 Padi 114,5 114,5 572,5 5
2 Bengkuang 2
3 Cabe 1
4 Mentimun 2,4
5 Kangkung 2,5
6 Terung 1
7 Jagung 1
8 Pare 1
9 Bayam 1
10 Kacang Panjang 0,5
11 Kelapa 2,4
12 Pisang 2
13 Tebu 0,5
Tabel 4. Data Populasi ternak di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis ternak Populasi (ekor)
1. Kerbau 3
2. Sapi 389
3. Kuda 2
4. Kambing 190
5. Domba 8
6. Kelinci 7
7. Ayam Ras Pedaging 500
8. Ayam Ras Petelur 5000
9. Ayam Buras 3200
10. Itik 500
11. Puyuh 2000
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
Tabel 5. Data Alsintan di-WKPP Binuang Kampung Dalam tahun 2009
No. Jenis Alsintan Jumlah (unit)
1. Huller (RMC) 5
2. Hand Tractor 6
3. Thresser -
4. Motor Sprayer -
5. Hand Sprayer 20
6. Tongkang 11
7. Bajak Tradisional 4
8. Sikat 4
9. Lumbo 5
10. Sabit 90
11. Waring 5
Sumber: PPL WKPP Binuang Kp. Dalam, 2009
2.3 Masalah Yang Dihadapi
A. Masalah dalam bidang teknis
1. Petani masih belum mau dan mampu melakukan pengolahan tanah secara sempurna.
2. Petani masih enggan mengaplikasikan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS)
3.
jmmmmmmmmmmmmmmmm
III. RANCANGAN PENYULUHAN
3.1 Identifikasi Masalah Utama
A Masalah Teknis:
1. Petani belum memanfaatkan Jerami Padi sebagai bahan pupuk alternatif untuk tanaman Padi.
2. Petani belum menerapkan teknik pemupukan padi yang efektif dan efisien.
3. Petani masih berat untuk menerapkan teknologi Padi Tanam Sabatang (PTS).
4. Petani belum menerapkan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman.
5. Dalam pasca panen Padi petani masih menggunakan teknik konvensional sehingga terjadi losis yang tinggi.
6. Petani banyak yang tidak menggunakan pupuk alternatif spt pupuk kandang dan pupuk kompos untuk memupuk tanamannya.
7. Pengolahan tanah kebanyakan belum dilakukan secara sempurna.
8. Waktu menanam terutama tanaman Cabe kurang mempertimbangkan keadaan cuaca.
9. Bibit yang digunakan masih rendah kualitasnya terutama pada tanaman Mentimun.
10. Pemakaian pupuk alternatif masih kurang sesuai anjuran terutama pada tanaman Mentimun.
11. Petani belum memberikan pupuk pada tanaman perkebunan.
12. Petani belum melakukan perawatan dengan baik terhadap tanaman perkebunan.
13. Petani belum melakukan perawatan/pemangkasan terhadap tanaman Kakao.
14. Peternak belum melakukan sanitasi terhadap ternak dan lingkungannya secara baik.
15. Peternak belum melakukan pengendalian penyakit pada ternak secara baik.
16. Peternak belum melakukan IB dengan tepat waktu untuk ternak Sapi.
17. Pakan yang diberikan belum berkualitas baik disebabkan mahalnya harga pakan.
18. Lahan untuk Hijauan Pakan Ternak sangat terbatas.
19. Peternak masih menggunakan cara konvensional dalam pemeliharaan ternak terutama ternak ayam buras.
20. Peternak belum melakukan vaksinasi secara berkala.
B. Masalah Ekonomi dan Sosial
1. Masyarakat kurang memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertanam tanaman yang bermanfaat
2. Generasi muda kurang berminat dalam berusaha tani.
3. Usaha tani yang dilakukan belum berorientasi agribisnis.
4. Usaha tani yang dilakukan oleh petani umumnya merupakan usaha sampingan.
5. Terbatasnya ilmu yang dimiliki penyuluh.
6. Sebahagian kelompok tani belum melaksanakan pertemuan secara rutin.
7. Inisiatif dan kreatifitas kelompok belum maksimal.
8. Kekompakan petani masih sangat lemah.
9. Anggota kelompok masih belum konsisten dalam berkelompok.
10. Belum seluruhnya kelompok tani yang membuat rencana kelompok.
11. Belum ada lembaga keuangan yang ditangani oleh petani.
12. Terjadi kekurangan pupuk bersubsidi.
13. Masih kurangnya industri rumah tangga yang mengolah hasil pertanian.
3.2 Upaya Pemecahan Masalah
1. Melakukan demonstrasi plot (demplot).
2. Melakukan demonstrasi cara (demcara).
3. Melakukan penyuluhan secara berkala.
4. Melakukan kunjungan secara berkala.
5. Melakukan Sekolah Lapang (SL).
6. Melakukan study tour ke sentra-sentra agribisnis.
3.2 Rencana Penguatan Kelembagaan Petani.
1. Melengkapi kelengkapan administrasi kelompok tani (poktan).
2. Melengkapi kelengkapan administrasi gabungan kelompok tani (gapoktan).
3. Membuat jadwal pertemuan berkala.
4. Meningkatkan kepatuhan anggota kelompok tani terhadap peraturan yang telah disepakati.
5. Membuat kegiatan yang dikelola secara bergotong-royong oleh kelompok tani.
V. PENUTUP
Dengan telah disusunnya RKP di-WKPP Binuang Kampung Dalam, kecamatan Pauh tahun 2010 ini maka diharapkan dapat menjadi pedoman dalam semua aspek kegiatan penyuluhan pertanian secara efektif dan efisien. Dengan adanya dukungan aspek pengkajian, aspek informasi, aspek komunikasi, aspek edukasi dan aspek pengaturan serta aspek pelayanan terhadap masyarakat pertanian umumnya dan khususnya untuk kelompok tani sebagai mitra dari penyuluh pertanian dalam peningkatan pembangunan pertanian diwilayah ini.
Langganan:
Postingan (Atom)